Begini Aktualisasi Nasionalisme Pemuda Jaman “Now”

Refleksi Sumpah Pemuda, Merawat Indonesia, LMN Wil JatimSurabaya-partainasdemjatim.com Dalam sejarah bangsa ini mulai dari sumpah pemuda 1928, hingga masa kemerdekaan, bahkan hingga reformasi 1998. Pemuda menempati barisan depan sebagai penggerak.

“Sehingga kalau ada anggapan pamuda sekarang mengalami degradasi moral, utamanya penurunan rasa nasionalisme, saya kurang sependapat,” tukas Suyono saat menjadi narasumber dalam acara Akustik Kebangsaan dan refleksi Sumpah Pemuda yang diselenggarakan Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Jatim di Sindikat Coffee Jalan Kartini Surabaya. Sabtu (28/10/2017) malam.

Hanya saja, sambung pria pemuda sekarang punya cara sendiri dalam mengekspektesikan nasionalismenya.

“Karena jaman memang berubah. Saya termasuk yang masih optimis. Bahwa nasionalisme para muda tetap tinggi,” tandas pria yang akrab disapa Yono.

Maka generasi tua tidak boleh mamaksa ukuran nasionalisme menurut eranya. Pemuda utamnya mahasiswa, adalah kaum terdidik yang mejadi agen utama perubahan. Sebagai kaum intelek,  mahasiswa terlahir sebagai manusia resah.

“Resah karena terpaan sosial, dari keresahan itu mereka berpikir, dari situ lahir karya. Pemuda banyak kelebihan, waktu, tenaga, pikiran,kesempatan, godaan prakmatisme dan sejenisnya. Maka manfaatkan sebaik mungkin, manfaatkan untuk puasa, puasa dari godaan uang, dan hal yang melenakan,” tuturnya.

Menurut Yono, Ini adalah masa idealisme, dengan pilihan sadar tentunya. Dirinya juga tidak setuju,  jika kaum muda selalu salah, menjadi sasaran nasehat.

“Karena pemuda jaman sekaranglah yang tahu akan kebutuhan dan gayanya sendiri. Karena setiap masa melahirkan periodenya sendiri,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Jawa Timur, Achmad Tirmdi, megajak kaum muda, khususnya para mahasiswa untuk terlibat dan berperan dalam memajukan Bangsa. Pemuda atau mahasiswa harus mempunyai semangat dalam memajukan indonesia, tantangan kedepan Indonesia jauh lebih besar, maka yang harus menjawab itu adalah Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa” tandas pria yang akrab disapa Adi ini dengan nada menggebu-gebu.

Dalam acara tersebut hadir ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Universitas Widya Mandala (Uwm), Universitas Wijaya Kusuma (Uwk), Dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengekspresikan kretifitasnya. Sehingga mereka tampil secara bergilirian dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu perjuangan mahasiswa. Acara menjadi semakin seru ketika panitia mengadakan kuis dan bagi-bagi doorprize. (Had)

Leave a Reply