Bupati Malang Rendra Kresna Semangati Petani Desa Ringin Anom

Bupati Malang Rendra Kresna Semangati Petani Desa Ringin AnomMalang-partainasdemjatim.com Bupati Kabupaten Malang, Dr. H. Rendra Kresna mengajak para petani Gapoktan Maju Desa Ringin Anom, Kecamatan Kromengan untuk tetap semangat meningkatkan produktifitas pertaniannya. Hal tersebut disampaikan Pak Rendra, sapaan akrab Bupati ketika hadir pada acara Brigade Tanam Padi di desa setempat, Rabu (25/10/17) siang. Pria ramah ini juga berkesempatan tanam padi bersama para petani.

Pasalnya, para petani padi yang ada di Gapoktan Maju mengaku produktifitas pertaniannya menurun pada tahun ini. Problemnya, diantaranya adalah cuaca ekstrim sehingga para petani kesulitan mengantisipasi. Kondisi ini pun dilaporkan melalui Ketua Gapoktan Maju, Masiyo saat berjumpa langsung dengan Bupati. Gapoktan Maju sendiri memiliki luas persawahan kurang lebih 100 hektar.

“Kita semua membutuhkan petani. Petani harus dihormati dan didukung usahanya. Yang saya khawatirkan kalau petani tidak mau jadi petani, terus siapa yang akan mengelola pertanian? Kita semua nanti makan apa? Kalau sampai itu terjadi, maka kita akan import bahan makanan dari Negara lain, dan itu namanya sudah dijajah,” terang Bupati dalam sambutannya.

Ia menyadari turunnya produktifitas dan hasil pertanian di Desa Ringin Anom, karena banyak hambatan dan indikasi. Kondisi tersebut juga terjadi di wilayah lainnya se Jawa Timur. Hal tersebut, tegas Bupati menjadi tugas semua pihak. Permasalahan tersebut harus dipecahkan dan dicari solusinya. Semisal, permasalahan saluran irigasi pertanian yang sering dijumpai meliputi primer, sekunder dan tersier yang seharusnya ditangani semua pihak.

“Menurut aturan, saluran tersier itu tugasnya petani, pemerintah daerah tidak boleh ikut turun menangani. Namun, pemerintah daerah harus hadir untuk mendampingi petani sebagai bentuk dukungan dalam upaya terus meningkatkan produktifitas. Hal ini yang kemudian kami laporkan ke Presiden Indonesia Joko Widodo agar pemerintah daerah dipertimbangkan kembali bisa ikut menangani saluran tersier,” terang Bupati.

Saat memberi sambutan, Pak Rendra juga mendapat usulan perwakilan petani. Dilaporkan Gapoktan Maju terdapat enam pintu air di aliiran irigasi persawahan mengalami kerusakan dan tidak bisa dipakai. Usulan lain petani berharap Pemkab Malang ikut membangun jalan usaha tani agar memudahkan para petani ketika mengangkut hasil pertanian.

Karena saat ini, jalur usaha tani Gapoktan Maju masih tanah liat. Juga terkait kebijakan pemerintah Kartu Tani dan butuh dilakukan sosialisasi agar petani bisa mengerti. Tak ketinggalan, rencana pembangunan infrastruktur harus lebih dahulu dikoordinasikan kepada desa dan masyarakat setempat agar tepat sasaran dengan kebutuhan masyarakat.

“Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan para menteri, gubernur, bupati/walikota agar betul-betul mengetahui persoalan petani sehingga tahu betul apa yang bisa dilakukan. Hal ini untuk mengetahui persoalan teknis, seperti adanya serangan hama, masalah cuaca atau musim dan masalah kekurangan air. Setiap daerah memiliki persoalan berbeda, sehingga semua bisa dipecahkan bersama-sama,” ujar Bupati.

Dibalik perhatian tersebut, Pak Rendra menambahkan, pemerintah pusat berharap petani bisa terus meningkatkan produktifitas dan produksinya. Di Kabupaten Malang saja, kata Bupati, memiliki target tanam 90 ribu hektar sepanjang tahun 2017, dan hingga bulan September baru 72 ribu hektar. Sementara, luas lahan pertanian di Kabupaten Malang ini hanya 46 hektar, sehingga produktifitasnya harus dua kali lipat.

“Bantuan 400 alat dari pemerintah ini bisa digunakan bersama-sama untuk memaksimalkan pertanian dan meningkatkan produktifitasnya. Petani Gapoktan Maju jangan berkecil hati dan terus bekerja keras menjadikan daerah ini makmur dan kehidupan petani sejahtera. Andai 1 hektarnya bisa hasilkan 12 ton padi per musimnya, maka jika disini tersedia 100 hektar maka bisa menciptakan jumlah produksi 1200 ton,” ujar Bupati memotifasi. (Red-Humas)

Leave a Reply