Memasuki Tahun Politik 2018, Moch Eksan: Semua Berharap Jatim Tetap Aman Dan Damai

Memasuki Tahun Politik 2018, Moch Eksan Semua Berharap Jatim Tetap Aman Dan DamaiJember-partainasdemjatim.com

Memasuki tahun 2018, tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun. Tapi, ditahun ini menjadi tahun politik bagi masyarakat Indonesia, dan Jatim pada khususnya. Untuk itu, anggota komisi E DPRD Jatim, Moch Eksan berharap Provinsi Jawa Timur  dan Kabupaten Jember tetap aman.

“Semua berharap, di 2018 sebagai tahun politik, Indonesia, Jawa Timur dan Jember tetap aman, damai serta kondisinya lebih baik dari tahun sebelumnya,” tukas Eksan, disela-sela acara Do’a Bersama dengan Abang Becak serta Tim Kampanye dari berbagai Kecamatan di Jember bertempat di Kediamannya, di Pesona Surya Milenia Mangli Jember. Minggu (31/12/17) malam.

Menurut politisi yang juga Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat DPW Partai NasDem Jatim ini, Pilgub pada 27 Juni 2018, Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019, bukan halangan bagi seluruh anak bangsa untuk memberikan pengabdian terbaik. Bahkan, bagi petahana, kinerja dan hasil kerja adalah kampanye tersendiri.

“Berkerja adalah kampanye yang paling baik untuk menarik simpatik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat pemilih,” tandasnya.

Saat ini, peluang bagi petahana sangatlah besar di tengah kecenderungan umum masyarakat pemilih yang lebih suka memilih yang sudah terlihat kinerja dan hasil kerjanya daripada yang belum.

“Petahana selalu diuntungkan, kecuali petahana itu kinerja dan hasil kerjanya buruk, untuk melanjutkan pengabdiannya bagi bangsa dan negara,” ungkap Wakil Sekretaris PC NU Jember.

Masyarakat pemilih sudah tak mau memiliih “kucing dalam karung”. Mereka berkecenderungan untuk mendukung petahana yang telah memberi bukti bukan hanya janji. Kondisi ini cermin dari kematangan politik demokratis masyarakat pemilih, yang sudah berfikir rasional dan mendukung berdasarkan asas manfaat yang riil dan kongkrit dirasakan oleh masyarakat pemilih secara langsung.

Komunikasi yang intens dan terbina dengan baik dengan masyarakat pemilih menjadi modal sosial politik untuk memenangkan pemilu selanjutnya. Komunikasi tersebut merupakan sarana agregasi kepentingan publik. Bahwa, kepentingan publik di atas segala-galanya. Publik sekarang semakin memiliki ekspektasi yang semakin tinggi terhadap institusi negara dan penyelenggara dalam memenuhi hajat hidup orang banyak.

Oleh sebab itu, di tahun politik ini, publik bukan hanya butuh untuk disapa, diajak bicara, akan tetapi kepentingannya harus diperjuangkan sekuat-kuatnya.

Publik ingin ekonomi tumbuh, sehingga peluang dan kesempatan kerja semakin terbuka lebar, tingkat pengangguran terbuka terus menurun, angka kemiskinan terus berkurang, indeks sumber daya manusia semakin meningkatkan, ketimpangan sosial dan antar daerah berkurang, kesejahteraan dan kemakmuran semakin merata, tak ada lagi diskriminasi dan bias gender dalam ruang dan jabatan publik, kondisi alam semakin baik, bumi, air, udara kualitasnya semakin baik, dan seterusnya.

Harapan ini jamak dari seluruh elemen rakyat tanpa terkecuali. Bahwa, Indonesia, Jawa Timur dan Jember, semakin athome bagi anggota masyarakatnya sendiri.

“Bahwa, bumi pertiwi menjadi tempat tinggal yang terbaik, sumber mata pencarian yang terbaik, serta tempat untuk membina kehidupan bersama yang terbaik pula,” pungkas pendiri Eksan Institute ini. (Had)

Leave a Reply