Merdeka Sampai Mati

Merdeka Sampai Mati, Fauzi Priyantoro, Mahasiswa ABN Deligasi DPW NasDem Jawa TimurOleh: Fauzi Priyantoro

(Mahasiswa Akademi Bela Negara Delegasi DPW NasDem Jawa Timur)

Perjalanan bangsa ini dibangun dengan pertumpahan darah, memerlukan banyak pengorbanan rakyat Indonesia. Tidak hanya nyawa, tetapi harta, jiwa, dan semangat rakyat Indonesia juga dikorbankan.

Sejarah perjalanan para Pahlawan telah menuju puncak, ia rela berkorban mati-matian untuk merebut kemerdekaan Indonesia ini. Meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, para penjajah tetap datang untuk merebut kembali daerah di Indonesia yang dianggap potensial dan mampu memberikan keuntungan bagi mereka.

Perjuangan bangsa Indonesia amatlah panjang, mulai dari fisik hingga politis. Pejuang bangsa Indonesia yang kita kenal hanyalah sebatas pejuang yang terkenal saja, tapi kita tidak pernah mengetahui siapa mereka yg sering bertempur di medan perang. Kisah heroik merekapun tidak pernah terdengar. Kekaguman terhadap mereka pun tidak pernah kita dengar.

Marilah kita ucapkan rasa puja dan puji syukur kepada Tuhan YME dan kepada para pejuang dan pahlawan pendahulu kita yang sudah berjuang demi kemerdekaan Indonesia ini.

Sungguh anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang patut kita miliki dan kita jaga bersama. Semangat Perjuangan Demi keutuhan NKRI.

Kini Indonesia telah sampai pada usia 72 tahun merdeka,  negara dan bangsa Indonesia telah lebih maju dan berkembang dalam hal politik, ekonomi dan budaya. Banyak hal yang patut dibanggakan oleh Bangsa Indonesia ini di mata dunia, Negara yang dulunya kecil dan dianggap tidak memiliki kekuatan.

Indonesia termasuk Negara yang kuat dan memiliki politik yang baik, budaya yang beranekaragam. Kita semua patut berbangga menjadi bagian dari anak negeri ini. Meskipun dalam situasi Nasional saat ini masih ada kelompok yang mencoba merubah cara pandang kita. Mari kita kembali kepada roh jati diri Pancasila dan UUD 1945.

Ancaman yang kita hadapi di usia yang ke 72 tahun ini memang sangat terasa. Berbagai gempuran sosial, politik dan budaya kita rasakan, kita butuh tokoh panutan yang semua perkataan dan perbuatannya selaras, tokoh yang mempersatukan dan mengayomi masyarakatnya, tokoh yang sudah selesai dengan dirinya sehingga orientasi pemikiran dan perjuangannya hanya untuk kepentingan nasional.

Berpikir nasional tentang ke-Indonesiaan bersama adalah kunci sukses menggapai cita-cita sesuai dengan yang termaktub didalam UUD 1945. Berpikir nasional ialah bagian dari sikap seseorang terhadap kesadaran bernegara, berpolitik, dan berbudaya yang bisa menjangkau jauh kedepan demi kepentingan pemerataan, karena kompleksitas dan komprehensifitas kontemplasi pemikiran sebagai refleksi dari kualitas pribadinya yang mumpuni.

Kita Sebagai Anak Bangsa yang sangat mencintai Indonesia butuh sosok Negarawan, bukan negarawan imitasi, tapi betul-betul Sang Negarawan yang sangat mencintai Negeri ini. Ia tegak dalam mewujudkan impian anak Negeri dan Bangsa Indonesia ini. Sesuai dengan sila ke lima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dirgahayu HUT RI Ke 72.
Jayalah Indonesia, 
Kobarkan Semangat NKRI. 
Kita Indonesia, Indonesia Kita.

Leave a Reply