Pilgub Jatim 2018, Kader Penggerak Perubahan: Semua Kader NasDem Berkewajiban Untuk Memenangkan Pasangan Khofifah-Emil

Pilgub Jatim 2018, Kader Penggerak Perubahan: Semua Kader NasDem Berkewajiban Untuk Memenangkan Pasangan Khofifah-EmilSurabaya-partainasdemjatim.com

Sebagai salah satu Partai Pengusung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018, Partai NasDem Jatim terus menggerakkan semua kekuatannya untuk memenangkan pasangan yang didukungnya dalam Pilgub Jatim. Salah satunya, kelompok muda NasDem Jatim yang mengatasnamakan Kader Penggerak Perubahan NasDem Jatim melakukan konsolidasi dalam rangka mengawal Pilkada serantak 2018 di Jawa Timur dan pemilu 2019, khususnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Sebagai kader muda di Partai NasDem kita berkewajiban untuk mengawal dan memenangkan pasangan yang di dukung Partai NasDem dalam Pilgub Jatim,” terang Heksa Pratika, saat ditemui disela-sela konsidasi disalah satu Rumah Makan di Surabaya. Sabtu (13/01/2018) malam.

Untuk itulah, pihaknya melakukan pertemuan dengan para kader muda Partai NasDem Jatim. Tujuannya kata, kader Liga Mahasiswa NasDem Jatim ini, itu dalam rangka merumuskan strategi untuk memenangkan pasangan Khofifah-Emil dan Agenda partai NasDem menyongsong pemilu 2019.

Heksa juga menuturkan, karena itu gerakan kaum muda, maka segmen garapan sosialisasi nantinya juga generasi muda.

“Kita targetkan sosialisasi dan pemenangan di pemilih pemula, kaum muda. Atau kalau katanya temen-temen sekarang itu generasi milenial,” tandasnya.

Dan segmen itu tambah Heksa, di Jatim jumlahnya cukup besar. Seperti yang pernah dirilis oleh Lembaga Survey, di Jatim jumlah generasi milenial mencapai 14.506.800 atau 37,68 persen dari 38,85 juta total jumlah penduduk di Jatim.

“Ini jumlah yang sangat besar, dan ini potensi yang akan menjadi sasaran sosialisasi kita untuk membantu memenangka Bu Khofifah dan Mas Emil serta menang besar menuju tiga besar partai NasDem pada pemilu 2019,” tukasnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan strategi khusus untuk meraih dukungan dikalangan generasi milenial.

“Nanti adalah strategi khusus, sesuai segmen kita, tentu tidak bisa kita beberkan ke publik,” pungkas Alumnus Sekolah Politisi Muda Di Yayasan SatuNama Jogjakarta ini. (Mid)

Leave a Reply