Pilkada Serentak 2018, Pengamat: Bukan Hal Mudah Untuk Hindari Isu SARA

Pilkada Serentak 2018, Pengamat Intelijen: Bukan Hal Mudah Untuk Hindari Isu SARAJakarta-partainasdemjatim.com

Pengamat Intelijen, Susaningtyas Kertopati alias Nuning menilai kampanye hitam dan isu SARA bukan hal yang mudah untuk dihindari dari pesta demokrasi apalagi 2018 dan 2019 merupakan tahun politik.

“2018 dan 2019 adalah tahun politik, jadi adanya black campaign tentu bukan hal mudah untuk dihindari,” kata Nuning kepada inilahcom, Senin (1/1/18).

Menurut dia, perlu kerja sama dan koordinasi yang baik untuk melakukan pencegahan agar isu SARA dan kampanye hitam tidak marak pada tahun politik antara departemen terkait.

“Black campaign itu bisa memakai isu SARA atau hoax-hoax yang menyerang pemerintah dalam aspek poleksosbud,” ujarnya.

Jadi, kata Nuning, isu-isu SARA dan kampanye hitam akan tetap ada pada 2018 dan 2019 yang merupakan tahun politik. Sebab, pada 2018 akan digelar Pilkada Serentak di beberapa daerah dan tahun 2019 bakal digelar pemilu legislatif dan pemilu presiden.

“Meski berkurang tetap akan ada dan menuntut ketegasan,” jelas dia.

Untuk diketahui, KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada 27 Juni 2018. Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018.

Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya.

Sedangkan, tahun 2019 akan dilakukan penyelenggaraan Pemilu baik pemilihan calon anggota legislatif maupun pemilihan calon presiden dan wakil presiden. (Red-Inilahcom)

Leave a Reply