Tegaskan Tak Maju Pilgub, Rendra: NasDem Usulkan Hasan Aminuddin Dampingi Khofifah

Tegaskan Tak Maju Pilgub, Rendra : NasDem Usulkan Hasan Aminuddin Dampingi KhofifahMalang-partainasdemjatim.com Peta Politik menjelang Pilgub Jatim 2018 semakin jelas. Khofifah Indar Parawansa, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos RI) terus mendapatkan dukungan dari beberapa Partai Politik.

Salah satunya, Partai NasDem yang beberapa waktu lalu DPP Partai NasDem sudah memyatakan dukungannya kepada Khofifah untuk bertarung di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Itu juga dikuatkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur, Rendra Kresna menyebut partainya mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur pada Pilkada tahun 2018.

Tak hanya itu, Partai pimpinan Surya Paloh itu, juga menyiapkan kader terbaiknya, Hasan Aminuddin yang saat ini menjabat anggota Fraksi NasDem DPR RI sebagai pendamping Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

“Pak Hasan Aminuddin, saya kira cukup mumpuni, dua kali menjadi bupati, seorang kiai, anggota DPR. Dia sudah memiliki kriteria untuk menjadi pendamping dua orang yang di mana-mana sudah ramai dibicarakan, Khofifah Indar Parawansa dan Syaifullah Yusuf. Tapi kayaknya, sekarang DPP NasDem mendukung Khofifah Indar Parawansa,” jelas Rendra. Sabtu (30/09/2017).

Saat ditanyak, terkait namanya sendiri yang sempat muncul menjadi perbincangan sebagai salah satu calon pendamping Khofifah. Rendra tidak membantah sempat adanya dorongan agar dirinya maju.

“Namanya kader, sudah pasti partai ingin mengangkat kadernya,” katanya.

Tapi, politisi kelahiran Pamekasan Madura ini menegaskan tidak akan mengikuti bursa calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Dirinya beralasan ingin membangun Kabupaten Malang dan membesarkan partai.

“Saya tidak ingin maju Pilgub baik sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur. Sebagai ketua DPW saya akan konsentrasi membesarkan partai,” tukas Rendra.

Untuk itu, Dirinya akan berjuang keras Partai NasDem Jawa Timur mendapatkan suara besar sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan Jawa Timur. Partai NasDem diharapkan memperoleh peningkatan jumlah wakil rakyat dalam Pemilu legislatif mendatang.

Dia juga tidak ingin melukai hati rakyat Kabupaten Malang yang baru sekitar setahun mempercayainya kembali menjabat sebagai bupati. Dia ingin konsentrasi membangun lewat jabatannya sebagai kepala daerah.

“Juga tidak ingin melukai rakyat yang mendukung saya menjadi bupati. Jangan sampai muncul anggapan, untuk mengejar ambisi, Pilbup hanya untuk ‘bancikan’ ke Jawa Timur, itu tidak bagus,” urainya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa yang masih menjabat sebagai Menteri Sosial sebelumnya mengklaim sudah memperoleh dukungan sejumlah partai politik untuk bertarung di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Partai pendukung tersebut memiliki kursi yang cukup untuk mengusungnya sebagai calon.

“Jatim itu (dukungan) parpol minimal 20 persen atau 20 kursi kalau yang di DPRD. Kalau dihitung itu, ya cukup,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis

Bahkan terbaru, selain Partai NasDem, Golkar, Hanura dan PPP seperti diberitakan beberapa media, Partai demokrat juga sudah menerima pendaftaran Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018. (Had)

Leave a Reply