Legislator NasDem Eksan Dicurhati Warga Soal Lahan Pertanian Yang Semakin Berkurang

Legislator NasDem Eksan Dicurhati Warga Soal Lahan Pertanian Yang Semakin BerkurangJember-partainasdemjatim.com

Masa reses benar-benar di manfaatkan oleh Moch Eksan, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur asal Partai NasDem untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Saat reses di Dusun Krajan Sidomukti Mayang, Kabupaten Jember Jawa Timur. Rabu (28/02/18), Eksan banyak mendapatkan keluhan dari peserta yang hadir soal pembangunan bidang pertanian.

Menurut Eksan, masyarakat banyak mengeluh, sebab nilai tambah petani semakin hari semakin rendah. Hal itu dikarenakan, oleh unsur harga tanah yang meningkat, jumlah areal pertanian yang berkurang, sawah dan ladang yang beralih fungsi menjadi tempat tinggal atau kawasan industri, serta jumlah keluarga petani yang meningkat.

Eksan menuturkan, para petani merasa perhatian pemerintah masih kurang memperhatikan kebijakan dan alokasi anggaran di bidang pertanian masih kalah dibandingkan dengan bidang-bidang lain.

“Padahal, mayoritas penduduk Indonesia bekerja di bidang pertanian, baik sebagai petani pemilik lahan maupun sebagai buruh tani,” kata Eksan.

Politisi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat DPW Partai NasDem Jatim ini menambahkan, bahwa jumlah petani dari tahun ke tahun menurun. Data BPS menyebutkan, bahwa pada tahun 2013, jumlah petani mencapai 39 juta lebih. Pada 2 tahun berikutnya terus menurun. Pada tahun 2014 menjadi 38 juta lebih, sementara pada tahun 2015 menjadi 37 juta.

Data di atas juga mengkonfirmasi rendahnya minat generasi muda melanjutkan profesi orang tuanya menjadi petani kembali.

“Mereka justru bekerja di bidang barang dan jasa lain yang dinilai lebih prospektif daripada bidang pertanian,” tandas Eksan.

Jadi, lanjut Eksan, profesi menjadi petani bukan pilihan melainkan pelarian. Tatkala, seorang tak bisa bersaing di sektor privat dan publik, yang bersangkutan kalah, maka dengan terpaksa terjun ke bidang pertanian. Kondisi ini menjadi penyebab rendahnya sumber daya manusia Petani. Para lulusan fakultas pertanian, ironinya justru lebih memilih menjadi banker dan profesi yang prestesius lainnya daripada berprofesi sebagai petani.

“Maka dari itu, saya mengusulkan peningkatan kualitas sumber daya manusia petani sangatlah penting, demi kemajuan pembangunan pertanian,” tukas Wakil Sekretaria PC NU Jember ini.

Kata Eksan, Pasar mengingatkan produksi pertanian bukan sekadar dapat menjamin kuantitas untuk memenuhi kebutuhan pangan, akan tetapi juga dituntut untuk meningkatkan kualitas hasil produksi.

Publik memiliki ekspektasi agar hasil produksi pangan menjamin kesehatan dan keberlangsung lingkungan hidup. Manusia di dunia kian menyadari bahwa pembangunan pertanian yang ramah lingkungan serta menjamin kesehatan manusia sangat dibutuhkan. Ini mengingat penggunaan bahan-bahan kimia dan pestisida telah merusak tanah serta mengancam kesehatan manusia dalam waktu jangka panjang.

“Kesadaran ini yang telah meningkatkan pola pertanian non-organik di tengah-tengah masyarakat petani di Tanah Air,” pungkas mantan Komisioner KPUD Jember ini. (Had)

Leave a Reply